Beberapa film Indonesia yang diakui dunia
Kalo denger kata "FILM"
pasti yang agan bayangin film-film Hollywood yang aktor/aktrisnya
keren,dsb. Dan pasti film tersebut sudah diakui dunia. Tapi taukah agan,
gak film-film hollywood aja yang diakui dunia. Film Indonesia juga bisa
diakui dunia.
berikut 4 Film Indonesia yang diakui Dunia :
berikut 4 Film Indonesia yang diakui Dunia :
1. Daun di Atas Bantal
Daun
di Atas Bantal adalah sebuah film Indonesia tahun 1998 yang disutradarai
Garin Nugroho. Film ini menceritakan tentang seorang ibu yang bernama
Asih (Christine Hakim) beserta tiga orang anaknya Heru, Sugeng, dan
Kancil yang tinggal di jalanan kota Yogyakarta, Indonesia.
Film ini diproduksi oleh Christine Hakim, dan seharusnya selesai pada bulan Oktober 1997, tetapi akibat krisis ekonomi di Indonesia, maka akhirnya diselesaikan di Australia.
Film ini diproduksi oleh Christine Hakim, dan seharusnya selesai pada bulan Oktober 1997, tetapi akibat krisis ekonomi di Indonesia, maka akhirnya diselesaikan di Australia.
Sinopsis
Cerita
ini berfokus di mana ketiga anak ini hidup dari menjual ganja dan hidup
di jalanan dengan harapan bisa keluar dari kemiskinan mereka. Akar dari
permasalahan mereka sebenarnya akibat Asih selalu tidak menghiraukan
mereka. Setiap malam ketiga anak ini selalu berkelahi untuk
memperebutkan Bantal Daun kepunyaan Asih. tetapi harapan mereka pupus,
ketika takdir mereka berakhir tragis.
Penghargaan yang didapat
> Asia-Pacific Film Festival - 1998 - Best Actress - Christine Hakim
> Asia-Pacific Film Festival - 1998 - Best Film
> Singapore International Film Festival - 1999 - Unggulan dalam kategori Silver Screen Award Best Asian Feature Film - Garin Nugroho
> Tokyo International Film Festival - 1998 - Special Jury Prize - Garin Nugroho
> Asia-Pacific Film Festival - 1998 - Best Film
> Singapore International Film Festival - 1999 - Unggulan dalam kategori Silver Screen Award Best Asian Feature Film - Garin Nugroho
> Tokyo International Film Festival - 1998 - Special Jury Prize - Garin Nugroho
2. Laskar Pelangi
Laskar
Pelangi adalah novel pertama karya Andrea Hirata yang diterbitkan oleh
Bentang Pustaka pada tahun 2005. Novel ini bercerita tentang kehidupan
10 anak dari keluarga miskin yang bersekolah (SD dan SMP) di sebuah
sekolah Muhammadiyah di Belitung yang penuh dengan keterbatasan.
Sinopsis
Diangkat
dari kisah nyata yang dialami oleh penulisnya sendiri, buku “Laskar
Pelangi” menceritakan kisah masa kecil anak-anak kampung dari suatu
komunitas Melayu yang sangat miskin Belitung. Anak orang-orang ‘kecil’
ini mencoba memperbaiki masa depan dengan menempuh pendidikan dasar dan
menengah di sebuah lembaga pendidikan yang puritan. Bersebelahan dengan
sebuah lembaga pendidikan yang dikelola dan difasilitasi begitu modern
pada masanya, SD Muhammadiyah-sekolah penulis ini, tampak begitu papa
dibandingkan dengan sekolah-sekolah PN Timah (Perusahaan Negara Timah).
Mereka, para native Belitung ini tersudut dalam ironi yang sangat besar
karena kemiskinannya justru berada di tengah-tengah gemah ripah kekayaan
PN Timah yang mengeksploitasi tanah ulayat mereka.
Penghargaan yang didapat
Karya film nasional berhasil menyabet penghargaan bergengsi dari ajang Festival Film Asia Pasifik 2009 yang dihelat di Taiwan. Empat penghargaan yang didapuk kepada karya anak bangsa itu adalah Laskar Pelangi yang terpilih sebagai Film Terbaik Festival Film Asia Pasifik 2009.
===================================================
3. Pintu Terlarang
Pintu
Terlarang (Forbidden Door) merupakan film horor/cerita getaran Indonesia
yang dirilis pada tahun 2009. Film ini dibintangi antara lain oleh
Fachri Albar, Marsha Timothy, Ario Bayu, Otto Djauhari, Tio Pakusadewo,
dan Henidar Amroe. Cerita film ini diadapasi dari novel berjudul Pintu
Terlarang, karangan Sekar Ayu Asmara. Sekalipun di Indonesia dianggap
kurang sukses, namun film ini ditanggapi positif di dunia Internasional
saat perilisannya di banyak festival.
Sinopsis
Hidup
seorang pematung yang sukses bernama Gambir (Fachri Albar) mulai
berantakan setelah dia mulai menerima pesan-pesan misterius dari
seseorang yang meminta pertolongannya. Dari sebuah tayangan TV illegal yang menempatkan kamera tersembunyi di
rumah-rumah orang, dia mengetahui bahwa yang mencoba menghubunginya
adalah seorang anak laki-laki berusia 7 tahun yang disekap dan disiksa
oleh dua orang misterius.
Saat Gambir berusaha untuk mencari tahu di mana anak itu, dia curiga kalau istrinya yang bernama Talyda (Marsha Timothy) mungkin ada hubungannya dengan misteri yang sedang dia coba pecahkan. Tak lama kemudian, Gambir harus memilih, apakah menyelamatkan anak kecil itu atau kehilangan semua milik dan hidupnya. Akhirnya Fachri pun mencari tahu siapa dan dimana anak kecil itu untuk diselamatkannya. Tapi, semua teka-teki membawanya ke sebuah pintu rahasia di dalam rumahnya sendiri, yang tidak pernah ia ketahui sebelumnya, yang mungkin merupakan jawaban dari semua misteri.
Saat Gambir berusaha untuk mencari tahu di mana anak itu, dia curiga kalau istrinya yang bernama Talyda (Marsha Timothy) mungkin ada hubungannya dengan misteri yang sedang dia coba pecahkan. Tak lama kemudian, Gambir harus memilih, apakah menyelamatkan anak kecil itu atau kehilangan semua milik dan hidupnya. Akhirnya Fachri pun mencari tahu siapa dan dimana anak kecil itu untuk diselamatkannya. Tapi, semua teka-teki membawanya ke sebuah pintu rahasia di dalam rumahnya sendiri, yang tidak pernah ia ketahui sebelumnya, yang mungkin merupakan jawaban dari semua misteri.
Penghargaan yang didapat
Pintu
Terlarang menembus lebih dari 20 film festival antara lain di Rotterdam,
Udine, New York, London, dan mendapat penghargaan “The Best Filmâ€
di Puchon International Fantastic Film Festival 2009. Pintu Terlarang
pun mendapat pujian dari TIME dan The Hollywood Reporter.
Dari sisi komersial, Pintu Terlarang bisa bertahan selama satu bulan di Jawa dan tiga bulan di luar Jawa. Untuk ukuran film lokal, pencapaian ini dengan jumlah penonton sebanyak kurang lebih 300.000 masuk dalam kategori “lumayanâ€.
Dari sisi komersial, Pintu Terlarang bisa bertahan selama satu bulan di Jawa dan tiga bulan di luar Jawa. Untuk ukuran film lokal, pencapaian ini dengan jumlah penonton sebanyak kurang lebih 300.000 masuk dalam kategori “lumayanâ€.
===================================================
4. The Raid
The
Raid (sebelum diedarkan: Serbuan Maut) adalah film aksi seni bela diri
dari Indonesia yang disutradarai oleh Gareth Evans dan dibintangi oleh
Iko Uwais. Pertama kali dipublikasi pada Festival Film Internasional
Toronto (Toronto International Film Festival, TIFF) 2011 sebagai film
pembuka untuk kategori Midnight Madness, para kritikus dan penonton
memuji film tersebut sebagai salah satu film aksi terbaik setelah
bertahun-tahun sehingga memperoleh penghargaan The Cadillac People's
Choice Midnight Madness Award. Terpilihnya film ini untuk diputar pada
beberapa festival film internasional berikutnya, seperti Festival Film
Internasional Dublin Jameson (Irlandia), Festival Film Glasgow
(Skotlandia), Festival Film Sundance (Utah, AS), South by Southwest Film
(SXSW, di Austin, Texas, AS), dan Festival Film Busan (Korea Selatan),
menjadikannya sebagai film komersial produksi Indonesia pertama yang
paling berhasil di tingkat dunia.
Sinopsis
Di jantung daerah kumuh Jakarta berdiri sebuah gedung apartemen tua yang menjadi markas persembunyian para pembunuh dan bandit kelas dunia yang paling berbahaya. Sampai saat ini, blok apartemen kumuh tersebut telah dianggap tidak tersentuh, bahkan untuk perwira polisi yang paling berani sekalipun. Diam-diam di bawah kegelapan dan keheningan fajar, sebuah tim elit polisi penyerbu berjumlah 20 orang ditugaskan untuk menyerbu apartemen persembunyian tersebut untuk menyergap gembong narkotik terkenal yang menguasai gedung tersebut. Tapi ketika sebuah pertemuan dengan seorang pengintai membuka rencana mereka dan berita tentang serangan mereka mencapai sang gembong narkotik, lampu dalam gedung tiba-tiba padam dan semua pintu keluar diblokir. Terdampar di lantai enam dan tanpa jalan keluar, satuan khusus tersebut harus berjuang melawan penjahat-penjahat terburuk dan terkejam untuk bertahan hidup dalam misi penyerbuan tersebut.
Penghargaan yang didapat
> The Cadillac People's Choice Midnight Madness Award, TIFF 2011
> Salah satu dari 11 film yang menjadi Spotlight dalam Festival Film Sundance 2012
> Terpilih menjadi penutup sesi FrightFest dalam Festival Film Glasgow 2012
> Audience Award dan Dublin Film Critics Circle Best Film dalam Festival Film Internasional Dublin Jameson 2012.
> Salah satu dari 11 film yang menjadi Spotlight dalam Festival Film Sundance 2012
> Terpilih menjadi penutup sesi FrightFest dalam Festival Film Glasgow 2012
> Audience Award dan Dublin Film Critics Circle Best Film dalam Festival Film Internasional Dublin Jameson 2012.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar